Evil Eyes atau Penyakit ‘Ain

Evil eyes,  dikenal sebagai kutukan mata jahat, dalam islam biasanya dikenal dengen sebutan penyakit ‘ain. Keberadaannya bukanlah hal yang mengada-ada, karena dari sumber beberapa hadits, nabi Muhammad SAW mengakui efek dari evil eyes tersebut.

Tapi seperti apakah evil eyes itu?

Dalam versi kultur Yunani,

Dalam versi Yunani, evil eyes ini dianggap bahwa mata itu bukanlah sejenis sensitive plate, tetapi sebagai sumber antennae atau tentakel yang molor atau strech out dan mengambil sesuatu dari object yang dilihatnya. Dalam Yunani dan Middle east, biasa disebut mati.

Evil eyes bisa ditimbulkan Dari rasa iri hati dan dengki, bisa berasal dari seseorang yang memujimu dental tatapan aneh.

Evil eyes bisa dikeluarkan dari

  1. Orang secara tak sengaja

Rasanya seperti sakit punggung, leher dan sakit kepala. Perasaan bersalah, sedih dan ketakutan yang tidak bisa dijelaskan kata2, rasa sait di perut, pusing, lemas dan tidak ada kekuatan untuk bekerja, mual, tubuh gemetar, kurang nafsu makan, muka berubah pucat, menangis tanpa alasan, dada terasa sesak dan menguap.

Terkadang orang merasa sakit tersebut tapi tidak tahu bahwa itu adalah efek dari evil eyes.

Colin A. Ross, M.D dalam artikelnya tahun 2010 berpendapat bahwa dalam teori hipotesisnya bahwa human ocular extramission terdiri atas radiasi elektromagnetik dengan rentang frekuensi yang sama dengan yang dikeluarkan melalui skull.

Nah pengembangan terakhir terkait teknologi sensor dan amplifier memberi kemungkinan untuk data mendeteksi adanya electrocardiogram dalam rentang satu meter, atau electroencephalogram dalam rentang 2 milimeter. Karena gelombang elektromagnetik dari optar muncul melalui tengkorak kepala dan bisa dideteksi. Dia memprediksi bahwa hal tersebut bisa juga terjadi untuk human ocular extramission. Karena ocular extramission tyda harus melewati tengkorak kepala.

Dari hasil penelitiannya terdapat gelombang elektromagnetik yang terpancar dari mata dengan amplitudo yang lebih besar dari yang dikeluarkan gelombang otak.

Dalam islam, evil eyes disebut juga penyakit ‘Ain, dan dianggap sebuah kebenaran yang perlu dipercayai, seperti hadist shahih berikut.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam berkata : Sesungguhnya pandangan mata itu adalah benar. [Diriwayatkan oleh al-Bukhari, Muslim, Abu Daud, al-Tirmizi dan Ahmad]

Berdasarkan keterangan dari al-Mubarakfuri, Tuhfat al-Ahwazi, pandangan ‘ain itu berasal dari rasa kagum dari orang lain yang kemudian berlanjut dengan keinginan untuk membinasakan atau membawa keburukan bagi orang yang dikagumi itu.

Jadi bisa saja evil eyes itu muncul dari orang yang dengki dan menghendaki keburukan bagi orang yang dia dengki.

Bahkan menurut ibnu al Qayyim,seorang ulama besar, bahía ain itu ibarat anak panah yang keluar dari mata seseorang yang mendengki, terkadang anak panah itu kena, terkadang luput. Jika orang yang terkena itu selalu berdzikir, maka ada perisai yang melindunginya. Akan tetapi, jika orang yang didengki tidak berdzikir, maka bisa saja kena.

Oleh kebab itu dalam surat Al-falaq, ada talimat “dan dari kejahatan orang yang dengki..”

Dari sini bisa disimpulkan bahwa orang yang dengki bisa berbahaya, bahkan tatapan mata dengkinya pun bisa membawa effek buruk apabila yang didengki tidak menjaga dirinya dengan perisai kuat.

Salah satu sahabat nabi yaitu ibnu abbas r.a. membenarkan adanya penyakit ain atau evil eyes ini, dental pandangan bahwa jika ada salah satu yang mendahului ketetapan Allah (Qadar), maka bisa saja itu adalah penyakit ain tersebut.

“Pandangan mata itu adalah benar, jika ada satu perkara yang boleh mendahului qadar (ketetapan Allah), maka ‘ainlah yang boleh mendahuluinya”. [Diriwayatkan oleh Muslim]

Bagaimana cara Berlindung dari gangguan evil eyes

Ini adalah doa perisai dari evil eyes yang dibacakan oleh nabi Muhammad SAW kepada cucu kesayangannya, Hasan dan Husain

أُعِيْذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللهِ التَامَةِ مِنْ كُلِ شَيْطَانٍ وَهَامَةٍ وَمِنْ عَيْنٍ لَامَةٍ

Aku memohon perlindungan dengan kalimah Allah yang sempurna (nama-nama Allah) ke atas kamu berdua daripada segala syaitan, binatang berbisa dan pandangan mata yang jahat.[Diriwayatkan oleh al-Bukhari]

Kisah serangan evil eyes di jaman Rosulullah

  1. Serangan evil eyes saat sedang mandi

Salah satu sahabat nabi bernama Sahl bin Hunaif sedang mandi, Kulitnya begitu halus dan putih sehingga menimbulkan kekaguman ‘Aamir bin Rabi’ah yang berjalan melewatinya. Gara-gara pandangan kagum itu, Sahl langsung pingsan. Nabi Muhammad SAW lalu memarahi ‘Aamir karena pandangan kagumnya yang menyebabkan Sahl pingsan. “ Apa kamu mau membunuh saudaramu sendiri? Apa kamu tidak mendoakan keberkahan baginya? Mandilah untuk dia.” (Diriwayatkan oleh Imam Malik, dikatakan oleh Al-Arnauth bahwa perawinya bisa dipercaya)

  1. Serangan evil eyes pada bayi

Berdasarkan kisah dari Aisyah r.a. Bahwa nabi Muhammad SAW mendengar tangisan bayi, lalu berkata.” Mengapa bayimu menangis? Apa kamu tidak memberi ruqyah dari evil eyes?” [Diriwayatkan oleh Ahmad. Syu’aib al-Arna-uth berkata : Isnadnya lemah

3. Serangan evil eyes pada seorang anak perempuan

Berdasarkan kisah dari Ummu Salamah r.a. ada seorang budak manita yang wajahnya tampak kusam, beliau menyuruh untuk meruqyahnya karena dia terkena penyakit ‘ain. Kisah ini diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim.

Terkadang serangan evil eyes itu dilakukan secara tidak sengaja, boleh jadi ada seseorang yang kagum lalu justru pandangan kekagumannya membawa dampak buruk bagi yang dikaguminya. Oleh sebab itu nabi menyarankan apabila seseorang kagum, lebih baik mengucapkan

‘Allahumma baarik ‘alayhi (Ya Allah, berilah kebaikan ke atasnya) [Diriwayatkan oleh al-Imam Malik].

Masha Allah, la quwwata illa billah (tiada kekuatan melainkan dengan Allah). Ini diriwayatkan oleh Hisyam bin ‘Urwah dari bapanya : Jika dia melihat sesuatu yang menakjubkan dia, maka dia akan menyebut Masya Allah, la quwwata illa billah.

 

Credit image to ClipGround.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *