Kisah-Kisah Inspiratif dari Para Orang Tua yang memiliki anak Autis (1)

Hal yang terkadang kita kira akan menghibur perasaan orang tua penderita autis, mungkin belum tentu itu yang mereka tangkap. Ada beberapa kisah-kisah yang diceritakan oleh para orang tua tersebut melalui situs Quora dan diceritakan ulang agar kita bisa mengambil pesan-pesan di dalamnya.

Harry McKraken memiliki seorang putra terdiagnosa Asperger berusia 12 tahun. Dia merasa lelah dengan apa yang diucapkan orang lain tentang dirinya, tentang bagaimana tegar, tabah dan kuatnya dia menghadapi cobaan ini. Seolah-olah anaknya itu adalah beban kehidupan dan sumber penderitaannya. Terkadang rasa kasihan yang ditunjukkan membuat ia merasa bahwa anaknya dianggap dibawah level manusia biasa dan keberadaannya hanya untuk membebani hidupnya. Padahal sama sekali tidak. Dia mencintai anaknya dan menerima apapun kondisi anaknya tanpa ada rasa terbebani. Justru sebaliknya baginya dia adalah ayah yang beruntung.

Dia berharap bahwa orang-orang berhenti menganggap autisme sebagai suatu hal yang tak akan bisa diubah. Dia masih ingat bagaimana instruktur yang menangani autisme mengatakan padanya bahwa anaknya tak akan bisa bermain lompat tali. Sama sekali tidak, di usia 9 tahun, dia sangat pandai lompat tali. Sesuatu yang tidak disangka-sangka bukan? Permasalahan yang ada tidaklah permanen dan putranya selalu berproses menjadi lebih baik.

Memang di awal-awal tahun usianya, terasa sangat sulit untuk membesarkannya. Dia berteriak-teriak tantrum, dia mengalami insomnia karena pengaruh joy melatonin tapi hal itu sudah berlalu. Sekarang dia bisa berkomunikasi dengan baik pada orang lain dan sama sekali tidak terpengaruh dengan peer pressure. 

Cerita selengkapnya tentang ini bisa dibaca di

https://www.quora.com/As-a-parent-of-a-child-on-the-autism-spectrum-what-is-something-that-you-wish-other-people-understood-about-your-child/answer/Harry-McKracken?ch=2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *