Cerita Moral Anak – Akibat Suka Menang Sendiri

Di suatu pagi yang indah di hari Minggu, dua anak perempuan kelas 2 SD sedang asyik bermain, yang satu bernama Bella dan yang satunya bernama Reza, kebetulan rumah mereka berdekatan sehingga tidak perlu berjalan jauh untuk bermain.

Mereka asyik bermain dan bercanda. Terkadang berteriak seru karena saling balapan sepatu roda di area perumahan yang sepi kendaraan bermotor, terkadang mereka membayangkan menjadi chef terkenal yang sering mereka lihat di stasiun TV terkenal, berpura-pura menganggap pasir menjadi nasi, berpura-pura daunan adalah sayur bayam atau sayur sop.

Bosan bermain satu, mereka berganti dengan permainan yang lain. Bosan bermain masak-masakan, mereka mengganti permainan dengan petak umpet, membuat kreatifitas, bermain Engklek atau Sonda, dan aktifitas permainan tradisional lain.

Tapi setiap bermain, Reza semakin ingin menguasai permainan dan semakin ingin memaksakan kehendaknya, apalagi mendapati teman sepermainannya yang bernama Bella suka mengalah sehingga semakin menjadi-jadi keinginannya untuk menang.

Reza selalu ingin menang, selalu ingin didahulukan dan selalu ingin kemauannya dituruti, apabila tidak dituruti oleh Bella, Reza akan marah.

Bella sebenarnya tidak mau menuruti tapi karena selalu diancam Reza maka dia akhirnya patuh. Reza selalu mengancam begini…

” Ya sudah, kalau begitu aku pulang.”

“Ya sudah, kalau begitu aku nggak mau bermain lagi.”

 “Ya sudah, kalau begitu aku nggak mau berteman sama kamu lagi.”

Bella tidak mau bermain sendirian sehingga dia tidak bisa berbuat apa-apa. Padahal tidak hanya Bella yang tidak suka bermain sendirian, Reza sebenarnya juga butuh bermain dengan Bella karena Bella anak baik, tapi dia gengsi untuk mengakuinya, nanti Bella nggak mau diatur-atur lagi

Bella sering sedih, mengapa Reza suka memaksakan kehendaknya padahal kalau berteman harus sama-sama senang dan tidak memaksakan kehendak. Bella jadi murung dan kurang antusias bermain dengan Reza.

Berbeda dengan Bella, Reza justru senang sekali berteman dengan Bella karena permintaannya selalu dituruti oleh Bella dan ia tidak punya teman lagi yang mau bermain dengannya.

Sayangnya Bella sudah tidak terlalu senang lagi bermain dengan Reza

Suatu ketika di lingkungan perumahan itu, ada teman baru yang baru pindáh dari luar jawa, namanya Dinda, kebetulan dia juga sudah menginjak bangku sekolah kelas 2 SD.

 Dinda itu memiliki karakter yang ceria, lucu dan suka bersahabat sehingga tidak heran jika Dinda bisa mudah bergabung dan bermain dengan Reza dan Bella. Tapi Dinda tidak suka dengan Reza karena suka memaksakan kehendak. Rupanya Reza juga memperlakukan Dinda sama dengan Bella.

Reza mengancam jika tidak tidak mau menuruti apa maunya dia akan pulang atau tidak mau berteman lagi dengan Dinda. Tapi Dinda tidak suka diancam. Buat apa berteman apabila harus diancam-ancam. Akhirnya Dinda malas bermain dengan Reza, dan hanya bermain dengan Bella saja, yang menurutnya sangat baik dan seru.

Sehari-hari usai pulang sekolah, Dinda dan Bella bermain-main bersama. Mereka sudah tidak peduli denga Reza karena selalu mau menang sendiri sehingga membuat mereka tidak nyaman. Daripada diancam-ancam terus, lebih baik mereka berdua asyik bermain sendiri, mengabaikan Reza yang akhirnya tidak punya teman.

Reza merasa sedih dan mulai menyadari bahwa begini rasanya jika tidak punya teman. Dia harus bermain sendiri dan sering menangis, huff… rasanya membosankan dan menyedihkan.

Reza akhirnya menyadari bahwa suka mengancam teman dan suka memaksakan kehendak membuat ia dijauhi teman-temannya. Setelah itu Reza menyadari kesalahannya dan tidak mau lagi memaksakan kehendak lagi. Beruntungnya Bella dan Dinda sudah memaafkan dan akhirnya mereka bermain bersama-sama lagi dan semakin erat persahabatannya.

Pesan Moral yang diambil: Ketika berteman, tidak boleh memaksakan kehendak, mau menang sendiri dan mengancam-ancam teman karena pasti tidak disukai dan akhirnya dijauhi oleh teman-temannya.

Penulis:

Uning M – Dosen, Penulis, Translator, Content Writer

For Business enquiry, please contact: umusthofiyah@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *