Tips agar tetap Profesional dalam Menghadapi Rekan Kerja yang Toxic

Karyawan yang toxic tidak hanya membuat pekerjaan menjadi rumit dan tidak menyenangkan, tetapi juga merusak produktivitas dan moral semua orang yang terlibat. Ini tergantung kita – apakah membiarkan si toxic mempengaruhi kita ataukah kita tetap positif dan produktif. Karyawan dengan victim mentality sering mengeluh tentang pekerjaan. Jika Anda tidak hati-hati, bisa-bisa karier anda akan terkena dampak.

Agar tetap stay positive dan productive, ada beberapa tips yang sangat bermanfaat sebagai berikut:

1. Hindari mengeluh.

Kadang kita tergoda untuk menceritakan keluhan kita terhadap rekan kerja lain dan mengatakan sesuatu yang negatif tentang seseorang yang tidak disukai, tetapi mengeluh hanya membuat aura negatif terus berkembang dan itu akan mempengaruhi cara berfikir dan sikap negatif kita.

Semakin banyak waktu dan energi yang Anda habiskan untuk menggerutu karena mereka, semakin besar pengaruh dia terhadap anda. Berkumpullah dengan orang-orang yang berfikiran positif sehingga anda tidak merasa bahwa hidup hanya negatif saja. 

2. Pertahankan otoritas pribadi Anda.

Anda jadi tidak memiliki kendali jika terus-terusan merasa bahwa rekan kerja membuat Anda merasa buruk tentang diri sendiri, atau atasan Anda membuat hari-hari menjadi menyedihkan. Ingat! Anda sepenuhnya bertanggung jawab atas pikiran, perasaan, dan tindakan Anda. Agar Anda berhasil, Anda harus membuat tekad bahwa perilaku buruk, sikap negatif, atau keputusan orang lain yang negatif tidak akan menjatuhkan Anda.

3. Fokus pada pengendalian diri, bukan mengatur dan mengendalikan orang lain.

Anda tidak dapat mempengaruhi perilaku rekan kerja Anda. Satu-satunya hal yang dapat Anda kendalikan adalah bagaimana menanggapi mereka dengan baik. 

Sangat mudah untuk membuang-buang waktu dan energi dengan berharap rekan kerja akan menjadi lebih baik atau dipindahkan ke departemen, namun semua itu hanyalah angan-angan kosong saja. Daripada berfokus membuang-buang energi sebanyak itu, lebih baik memanfaatkan waktu dengan baik dengan hal-hal positif. 

Salurkan antusiasme dan energi positif untuk melakukan hal-hal positif dan konstruktif. Gunakan energi anda dengan bijak dan sebaik-baiknya.

4. Lakukan diskusi terbuka.

Saat berhadapan dengan orang yang toxic, anda tidak harus berdiam diri saja dan pasif. Ingatlah bahwa Anda tidak dapat mengubah kepribadian orang lain, tetapi Anda dapat mengajak diskusi dengan mereka terkait perilaku tertentu. Tentu saja penyampaian diskusi harus tetap tenang dan tidak emosi. Dengan hal ini, anda membuat batasan-batasan yang bisa melindungi diri dari stress jangka panjang akibat perilaku seseorang. 

5. Belajar mengatasi masalah dengan baik (coping mechanism) 

Berurusan dengan rekan kerja yang toxic bisa sangat menguras energi. Oleh sebab itu, sangat penting untuk mengetahui teknik mengatasi masalah dengan baik agar bisa bekerja dengan tenang dan produktif. Selain selalu menjaga kesehatan mental dan fisik, selalu membiasakan diri untuk bersyukur, sholat dan meditasi juga sangat efektif untuk mengatasi stress dalam kehidupan. 

Bersosialisasi dalam suatu kegiatan yang bermanfaat juga bisa bermanfaat untuk membuat kita rileks, apalagi meluangkan waktu untuk rekreasi, itu tiket cepat dalam merasakan relaksasi setelah kepenatan bekerja yang begitu tidak nyaman. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *